Gambaran Umum

Gambaran Umum


Rumah Bahasa Surabaya merupakan salah satu bentuk pelayanan publik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi persaingan dan tantangan di bidang ekonomi sebagai imbas dari berlakunya ASEAN Economic Community 2015 atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

Diresmikan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, pada tanggal 4 Februari 2014, Rumah Bahasa Surabaya menjadi tempat pelatihan bahasa dan komputer yang disediakan gratis oleh Pemkot Surabaya. Beberapa bahasa yang diajarkan di Rumah Bahasa Surabaya meliputi (1) bahasa Jepang, (2) bahasa Korea, (3) bahasa Arab, (4) bahasa Mandarin, (5) bahasa Thailand, (6) bahasa Tagalog, (7) bahasa Inggris, (8) bahasa Prancis, (9) bahasa Jerman, (10) bahasa Belanda, (11) bahasa Spanyol, dan (12) bahasa Rusia. Bukan cuma itu, ada pula kelas bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang diperuntukkan khusus bagi warga negara asing. Meski begitu, setiap kelas bahasa yang dibuka dibatasi jumlah pesertanya agar kelas lebih kondusif dan efektif.

Selain kelas bahasa, peserta juga dapat mengikuti kelas komputer di Rumah Bahasa Surabaya. Kelas komputer yang bernama Broadband Learning Center (BLC) ini merupakan bentuk kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya. Di kelas ini, peserta akan diajari menggunakan program-program komputer (Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point), ilmu desain grafis (Corel Draw, Photoshop), dan internet (termasuk media sosial berupa facebook, blog, email, instagram). 

Tidak hanya bagi warga ber-KTP Surabaya, peserta Rumah Bahasa Surabaya juga dapat berasal dari daerah lain asalkan membawa bukti sedang bekerja atau menempuh pendidikan di Surabaya ketika mendaftar. Selain itu, calon peserta harus datang langsung ke Rumah Bahasa Surabaya dengan membawa berkas-berkas persyaratan lain sesuai dengan mekanisme pendaftaran. Lihat di sini bagi yang ber-KTP Surabaya dan di sini bagi yang ber-KTP luar kota Surabaya.

Siap Hadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) & AFTA (ASEAN Free Trade Area)

Berdasarkan tantangan MEA tersebut serta melihat kondisi masyarakat yang ada, maka Ibu walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini membuka adanya program Rumah Bahasa sebagai salah satu wujud perhatian pemerintah kota Surabaya dalam menyiapkan warga kota Surabaya untuk menghadapi MEA 2015 serta AFTA yang diharapkan dapat menjadi ruang publik yang bertujuan meningkatkan kompetisi masyarakat kota Surabaya di berbagai bahasa