ARTIKEL RUMAH BAHASA

Kelas Bahasa untuk Pengusaha UKM di Surabaya


Rumah Bahasa Surabaya didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang bahasa. Tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa, Rumah Bahasa Surabaya juga menyasar masyarakat umum dari semua kalangan. Salah satunya adalah pengusaha-pengusaha UKM. 

Penguasaan bahasa asing sangat diperlukan bagi pengusaha-pengusaha UKM dalam rangka memperbesar peluang usaha, termasuk di dalamnya dengan memasuki pasar internasional, maupun untuk menarik lebih banyak investor atau konsumen asing. Karena itu, bekerja sama dengan komunitas Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, Rumah Bahasa Surabaya membuka kelas bahasa yang khusus diperuntukkan bagi pengusaha-pengusaha UKM di Surabaya.

Diinisiasi sejak tahun 2017 lalu, kelas bahasa UKM sudah menarik banyak peminat. Hingga saat ini, telah dibuka 3 kelas bahasa UKM dengan 3 jadwal berbeda, yakni setiap Senin, Selasa, dan Rabu pada pukul 16.00 WIB.

Kelas bahasa UKM merupakan kelas fix bahasa Inggris di mana seluruh peserta mengikuti kegiatan pembelajaran secara terstruktur dan komprehensif, step by step dari pemula hingga menjadi mahir. Meskipun begitu, berbeda dengan kelas fix lainnya di Rumah Bahasa Surabaya, materi di kelas bahasa Inggris UKM lebih fokus pada pengaplikasian kebutuhan bahasa Inggris pada bidang peserta dengan setting UKM di dunia riil. Misalnya, materi di kelas ini membahas tentang menawarkan produk ke calon konsumen asing, menjelaskan tentang produk mereka secara detail termasuk cara membuat produk tersebut, bahan-bahannya, beserta harganya. Mereka juga berlatih cara presentasi dalam bahasa Inggris untuk menggaet investor asing, memperluas networking ke pasar internasional, dan seterusnya.   

 


Baca Juga :

Siap Hadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) & AFTA (ASEAN Free Trade Area)

Berdasarkan tantangan MEA tersebut serta melihat kondisi masyarakat yang ada, maka Ibu walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini membuka adanya program Rumah Bahasa sebagai salah satu wujud perhatian pemerintah kota Surabaya dalam menyiapkan warga kota Surabaya untuk menghadapi MEA 2015 serta AFTA yang diharapkan dapat menjadi ruang publik yang bertujuan meningkatkan kompetisi masyarakat kota Surabaya di berbagai bahasa