Temukan kami :    
Pilih Bahasa :   
ARTIKEL RUMAH BAHASA

Kunjungan Mahasiswa Staffordshire University di Rumah Bahasa Surabaya



Foto bersama mahasiswa Staffordshire University dan peserta Rumah Bahasa di depan gedung Balai Pemuda

Rabu (12/06/2024), Rumah Bahasa Surabaya menyambut kunjungan mahasiswa asing yang mengikuti agenda AGE (Airlangga Global Engagement). Dengan didampingi oleh panitia AGE, para mahasiswa asal Staffordshire University tersebut hadir tepat pukul 13:00 WIB  untuk mengikuti English Conversation Class bersama pengajar Ilmi, tutor bahasa Inggris di Rumah Bahasa. 

Kegiatan yang dilaksanakan berupa English Conversation Class sekaligus kunjungan sehingga dihadiri oleh anggota Rumah Bahasa (warga Surabaya) dan mahasiswa asing dari Staffordshire University, Inggris. Oleh sebab itu, para peserta mahasiswa asing diimbau agar lebih banyak melakukan interaksi bersama peserta lokal sebelum mengunjungi Rumah Bahasa Surabaya.

Pada English Conversation Class spesial yang bertema ‘Surabaya and Javanese Culture’ ini, kelas dibuka oleh Ilmi dengan pertanyaan ditujukan kepada peserta, terutama mahasiswa asing, “Have you ever experienced culture shock when you visit Surabaya or Indonesia?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, peserta mahasiswa penutur asli Inggris mengungkapkan beberapa hal yang membuat mereka merasakan culture shock di Surabaya, yakni mayoritas makanan cenderung lebih pedas dari tempat asalnya, cuaca panas mencapai rata-rata 32 derajat celsius, hingga traffic light yang padat. Mereka menjawab dengan antusias menggunakan British accent khasnya.

Percakapan semakin menarik ketika Ilmi kembali memberikan pertanyaan, “Anyone here know about Javanese or Indonesian Culture before? Dance, song, or food.”

“Indomie. They have many variations and I like some of them,” jawab salah satu peserta mahasiswa penutur asli dan berhasil mengundang beberapa tanggapan dari peserta lokal. Jawaban tersebut menunjukkan bahwa makanan asal Indonesia, Indomie cukup mendunia dan telah diakui oleh mahasiswa asal negara Inggris sendiri.

Tak hanya melakukan percakapan, peserta dari Staffordshire University juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng terdiri dari 5 orang. Diiringi lagu Cublak-Cublak Suweng dari Youtube, mereka pun menikmati permainan dengan cukup seru dan sukaria. Penonton tertawa ketika salah satu dari keempat mahasiswa asing panik memindahkan biji dari gumpalan kertas karena takut lagu mendadak berhenti.

Setelah kelas berlangsung selama satu jam, agenda selanjutnya adalah para mahasiswa asing mengunjungi alun-alun museum bawah tanah bersama dengan peserta lokal agar dapat berinteraksi lebih banyak saat berjalan-jalan. Beberapa mahasiswa asing pun mengaku lebih senang melakukan percakapan secara bebas dan lebih sering dengan peserta lokal. Inilah tujuan mereka berkunjung ke Rumah Bahasa, tidak hanya untuk mengenalkan atmosfer Surabaya yang sesungguhnya kepada mahasiswa asing, tetapi juga melakukan interaksi dengan warga Surabaya secara langsung.

“People of Surabaya is very welcoming to Us,” ucap salah satu mahasiswa asing sebagai kesan yang Ia peroleh dari masyarakat Surabaya.

 

Penulis: Ivone Pinasthika Prawesti





Baca Juga :
ARTIKEL RUMAH BAHASA

Kunjungan Mahasiswa Staffordshire University di Rumah Bahasa Surabaya



Foto bersama mahasiswa Staffordshire University dan peserta Rumah Bahasa di depan gedung Balai Pemuda