ARTIKEL RUMAH BAHASA

Apa Beda Kelas Fix dan Kelas On The Spot?


Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh calon peserta di Rumah Bahasa Surabaya (selain mekanisme pendaftaran dan kapan kelas bahasa tertentu dibuka) adalah “apa perbedaan kelas Fix dan kelas On The Spot?”

Secara umum, kelas-kelas bahasa di Rumah Bahasa Surabaya dapat dibagi menjadi dua macam. Yang pertama adalah kelas Fix dan yang kedua adalah kelas On The Spot. Kelas Fix merupakan kelas bahasa dengan durasi pembelajaran sebanyak kurang lebih 12 kali pertemuan. Sementara kelas On The Spot hampir selalu dibuka sepanjang tahun dan tidak ada durasi khusus untuk setiap pembelajaran.

Pendaftaran peserta kelas Fix dan kelas On The Spot juga berbeda. Untuk kelas Fix, calon peserta harus menunggu kelas baru dibuka dan lalu melakukan registrasi ulang untuk mengisi kuota peserta di bagian Front Desk Rumah Bahasa Surabaya. Baru setelah itu, mereka terdaftar menjadi peserta kelas Fix tersebut. Namun, perlu diperhatikan bahwa kuota untuk kelas Fix terbatas dan pendaftaran peserta dapat ditutup sewaktu-waktu saat kuota penuh. Sementara itu, tidak demikian dengan kelas On The Spot. Meskipun sama-sama memiliki jadwal tertentu seperti halnya kelas Fix, kelas On The Spot selalu dibuka setiap sesinya. Jadi calon peserta yang ingin ikut, dapat langsung mendaftar di Rumah Bahasa Surabaya di hari kelas On The Spot itu diadakan. Jika kuota untuk sesi tersebut telah terpenuhi, calon peserta dapat mengikuti di sesi berikutnya karena kuota untuk setiap sesi kelas On The Spot hanya dibatasi 25 kursi.

Perbedaan lain antara kelas Fix dan kelas On The Spot terletak pada materi yang diajarkan. Pada kelas Fix, materi-materinya berkelanjutan. Oleh karena itu, kelas fix dapat dilaksanakan dalam berbagai tingkatan. Mulai dari basic 1, basic 2, dan seterusnya. Untuk basic 1 atau sering pula hanya ditulis basic pada keterangan kelas, tidak ada persyaratan khusus bagi calon peserta sebelum mendaftar kelas. Namun untuk kelas Fix lanjutan, peserta biasanya diharuskan mengikuti placement test terlebih dahulu karena pada kelas lanjutan peserta diharapkan telah menguasai pengetahuan-pengetahuan dasar dalam bahasa asing tersebut.

Pada kelas On The Spot, materi yang diajarkan tidak berkesinambungan. Setiap sesi memiliki materi yang berbeda-beda. Selain itu, dibandingkan dengan kelas Fix yang menggabungkan antara teori dan praktik dalam materi-materinya, kelas On The Spot berbeda. Materi-materi dalam kelas On The Spot lebih  pada hal praktik karena lebih bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam hal listening dan conversation dengan topik yang berbeda-beda setiap sesinya.

 

 

 


Baca Juga :

Siap Hadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) & AFTA (ASEAN Free Trade Area)

Berdasarkan tantangan MEA tersebut serta melihat kondisi masyarakat yang ada, maka Ibu walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini membuka adanya program Rumah Bahasa sebagai salah satu wujud perhatian pemerintah kota Surabaya dalam menyiapkan warga kota Surabaya untuk menghadapi MEA 2015 serta AFTA yang diharapkan dapat menjadi ruang publik yang bertujuan meningkatkan kompetisi masyarakat kota Surabaya di berbagai bahasa